“Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla diminta menjelaskan soal istilah ‘perampokan’ dan ‘kriminal’ yang pernah ia katakan terkait bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. JK harus menjelaskan hal itu di hadapan pansus Angket Bank Century DPR saat proses penyelidikan.” Demikianlah wartawan detiknews dot com menulis disini. Nah lantas apa hubungannya antara judul tulisan, berita di detiknews dot com dengan soal kurang gaul? Ya maksudnya JIKA KITA KURANG GAUL dan KITA MAU SOK GAUL bisa berbahaya, kesasar dan NYUNGSEP. Lho kok begitu? Ya iyalah bagaimana kita bisa mengetahui “mega kisruh” soal Bank Century yang seolah-olah hampir semua orang memperbincangkan, Padahal kita yang memperbincangkan dengan “HEBOH” belum tentu memahami masalah yang sebenarnya terjadi dibalik masalah tersebut. Tukang jual rokok dipinggir jalan buntutnya ngikut juga menyoal Bank Century karena yang beli rokok sebatang dua batang dan minjem korek malah numpang ngepul (merokok) disitu sambil menyoal Bank Century bak pakar ekonomi paling handal se angkasa. Seperti lebih ahli dari konsultan nya Bank Dunia, seperti lebih ahli dari konsultannya IMF atau bahkan seperti merasa lebih ahli dari konsultan ekonomi nya Uni Eropa yang “sukses” melibas nilai dolar dipasar dunia (maksudnya nilai tukarnya lebih tinggi ketimbang dolar gituloh), beli rokoknya tak seberapa ngobrolnya yang lama, apa nggak kisruh. Tapi begitulah, kan namanya GAUL. Mikir soal uang yang disebut Rp.6,7 trilliun kalau kurang gaul (seperti saya) rasanya seperti mikir kapan datangnya kiamat, alias tidak nyampai pikirannya. Lha uang segitu banyak liat aja belum pernah, paling banter liat tumpukan recehan ala pendukungnya Prita. Ini lah akibatnya kalau kurang digauli sampai-sampai berita yang begitu menaikkan tiras surat kabar pun tak tahu seperti apa detil masalahnya, untung masih ada radio Elshinta, detik dot com dan TiPi yang mberitain masalah-maslah ini. Eh, bentar, sebenarnya itu uang yang segede itu Rp.6,7 triliun itu kenapa sih kok sampai mbikin heboh? Apakah uang itu menguap begitu saja tanpa bekas (orang buang angin meninggalkan bekas nggak?) atau sebenarnya memang sudah sesuai peruntukannya, misal buat bayar nasabah, buat bayar pemegang saham de-el-el. Kalau masih ada berarti nilai Bank itu sekarang diatas angka itu? halah…. sudah…sudah nggak tahu jangan ikut membahas kalau sudah Kurang Gaul Bisa Amburadul jika ikut membahasnya. Anda jangan sampai kurang gaul seperti saya jika tak ingin amburadul? Tapi biar tidak sedikit amburadul enak juga membaca yang ini, singkat tapi lumayan mantap.




Recent Comments